Online

Senin, 19 November 2012

Wisata Gua Lawa


Tempat wisata yang memamerkan keindahan alam yang sangat berkesan (Gua Lawa)Gua Lawa merupakan keajaiban alam yang mungkin satu-satunya di
Indonesia. Umumnya gua-gua yang ada di Indonesia terdiri dari batuan
kapur dan berada di lereng bukit, sehingga sering melahirkan stalagnit
dan stalagmit. Sedangkan Gua Lawa termasuk gua vulkanik yang terbentuk
dari lava pegunungan aktif yang meleleh dan mengalami pendinginan
beribu-ribu, bahkan berjuta-juta tahun.
 Proses pendinginan lava ini mengakibatkan batuannya keras dan kuat
dengan warna hitam tanpa menimbulkan stalagnit maupun stalagmit. Tebal
batuan bisa mencapai 50 meter, sehingga tahan terhadap guncangan.
Letaknya juga tidak di lereng bukit, tapi di bukit. Proses alami dari
gaya tarik bumi tidak mungkin terjadi di daerah kapur. Ciri-ciri gua
vulkanik antara lain terdapat lorong dan mata air yang terjadi secara
alami.
 Untuk menikmati keindahan Gua Lawa kita harus menuruni lubang tanah
yang menganga dan menelusuri lorong-lorong. Melewati jalan selebar satu
meter, kita akan menikmati kelembaban di dalam gua dan kesejukan mata
air yang selalu menetes dari dinding-dinding gua. Di setiap dua-tiga
puluh meter perjalanan menelusuri gua, kita bisa menengok ke atas dan
menyaksikan lubang tanah berdiameter lebar -- yang selama ini berfungsi
sebagai fentilasi gua. Lubang-lubang itu terbentuk dari proses alam,
bukan dibuat manusia.

 Semula terdapat 17 lubang. Belakangan dua lubang mengalami kerusakan
dan mulai menyempit dengan sendirinya. Di atas lubang-lubang itu, kini
dibuat atap permanen dari genteng berbentuk jamur. Dari jauh ia tampak
asri. Setelah menelusuri gua sepanjang 1,5 km, tentu kita akan merasa
capek. Tapi keajaiban-keajaiban yang bisa kita temukan di bumi
Purbalingga ini, akan segera mengusir rasa lelah. Apalagi untuk mereka
yang menyukai olahraga jalan sehat. Tidak hanya kesegaran tubuh yang
bisa didapat, tapi juga kesegaran pikiran dan jiwa.
 Ada sekitar 14 nama gua yang bisa kita temui dalam satu perjalanan di
Gua Lawa itu. Masing-masing gua mempunyai cerita dan legenda
tersendiri, yang tentu sangat menarik untuk didengarkan. Saat memasuki
pintu gua misalnya, kita bisa menyaksikan 'Gua Batu Semar'. Nama ini
diambil karena di dalam gua itu terdapat sebuah batu yang sangat mirip
dengan sosok Semar, seorang tokoh dalam jagat pewayangan. Ini adalah
batu alami yang sudah berada di tempat itu selama jutaan tahun silam.
BATU SEMAR
 Dengan satu kali kelokan, perjalanan akan mengantarkan kita di 'Gua
Dada Lawa'. Gua ini sangat indah karena di samping bentuknya seperti
dada kelelawar raksasa, juga memiliki kolam yang airnya sangat jernih
dan tidak pernah kering. Setelah meninggalkan Gua Dada Lawa, kita
memasuki satu lokasi yang memiliki tiga buah gua, yaitu 'Gua Pancuran
Slamet', 'Gua Sendang Slamet', dan 'Gua Sendang Drajat'. Kedua gua yang
disebut pertama memiliki pancuran air yang tak pernah kering. Konon,
siapa saja yang mencuci muka dengan air dari pancuran ini akan menjadi
awet muda dan memiliki selalu berseri-seri. Sementara 'Gua Sendang
Drajat' terdapat mata air yang diyakini mampu mendatangkan rezeki bagi
siapapun yang meminumnya.
PANCURAN SLAMET
 Lokasi obyek seluas 11 hektar dan berada di sisi timur Gunung Slamet
ini memang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak, taman
'kenangan' bagi remaja, dan panggung terbuka. Ada juga beberapa patung
badak dan kura-kura dengan ukuran raksasa. Beberapa tahun lalu, Gua
Lawa bahkan dilengkapi dengan sebuah kebun binatang mini yang menampung
sejumlah jenis satwa. Sekarang, pengunjung tak bisa lagi menyaksikan
berbagai satwa di sana.Di samping biaya pemeliharaan yang tinggi,
kurangnya rasa memiliki di kalangan warga juga menjadi kendala utama
untuk bisa mempertahankannya.
 Suasana teduh sangat terasa di lokasi bermain anak dan taman kenangan.
Banyak pohon pinus yang sudah mulai besar. Di samping untuk
kesejukan, pohon-pohon juga berfungsi menampung kadar air dalam tanah.
Gua Lawa berjarak sekitar 25 km di sisi utara pusat kota Purbalingga.
Bisa ditempuh selama satu jam dengan melewati jalan menanjak dan
berkelok. Untuk mencapai tempat yang indah itu, tersedia cukup banyak
kendaraan umum. Perjalanan juga bisa dilakukan dari kota Purwokerto
melewati wanawisata dengan rimbunan pepohonan. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls