Online

Sabtu, 12 Januari 2013

Mitos Seputar Berat Badan Ideal


Mitos Seputar Berat Badan Ideal


Semua perempuan ingin memiliki berat badan yang ideal. Tetapi masih banyak yang salah kaprah mengartikan ukuran berat badan yang ideal. Salah kaprah ini membuat banyak perempuan diet mati-matian untuk mendapatkan tubuh yang langsing. Berikut beberapa anggapan yang salah tentang berat badan ideal.



1. Berat badan ideal adalah saat lulus kuliah atau sebelum punya anak
Banyak perempuan takut hamil dan melahirkan karena akan mengubah bentuk tubuh dan menambah bobotnya. Jika Anda berharap untuk mendapatkan kembali bobot tubuh Anda sesuai dengan angka timbangan beberapa tahun lalu, Anda bisa depresi karena butuh usaha yang sangat keras. Padahal kenyataannya kenaikan berat badan ini tidak dipengaruhi oleh sebuah kejadian tertentu seperti kehamilan.

Namun, peningkatan bobot ini lebih disebabkan karena usia yang bertambah. Usia bertambah membuat metabolisme tubuh bekerja lebih lambat dan proses mencerna makanan menjadi lebih lambat dibandingkan beberapa tahun lalu. Jangan hidup pada masa lalu, tapi tetapkan tujuan dan proses untuk hidup lebih sehat untuk masa sekarang dan masa depan.

2. Berat badan ideal bisa dihitung dengan rumus Body Mass Index (BMI)
Untuk mendapatkan berat badan ideal, jangan hanya berpatokan pada rumus BMI yang menghubungkan antara berat badan dan tinggi badan dengan kadar lemak pada tubuh Anda. Angka-angka pada indeks BMI ini hanya bagian dari perkiraan semata dan bukan ukuran pasti untuk bobot tubuh dan kesehatan Anda. Banyak faktor yang berperan dalam menentukan berat badan Anda, yaitu bentuk tubuh, jumlah sel lemak yang dimiliki, massa otot, dan lain-lainnya.

3. Berat badan ideal adalah angka terendah yang pernah didapat saat diet
Tak terhitung sudah berapa kali Anda menjajal berbagai metode diet. Dari berbagai metode diet yang pernah dicoba, kemungkinan Anda pernah mendapatkan bobot tubuh yang paling rendah. Lalu Anda menganggap bahwa berat badan terendah inilah berat badan yang paling ideal.

Sayangnya hal ini tidaklah tepat karena jika berpatokan pada angka, kemungkinan besar Anda akan terjebak pada diet yo-yo. Usia dan massa otot yang terbentuk akan sangat memengaruhi metabolisme tubuh dan menurunkan kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah. Karena itu sebaiknya jangan pernah berpatokan pada angka.

4. Semakin kurus, semakin sehat
Hal ini sangatlah salah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang terlalu signifikan akan berakibat pada penurunan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Untuk menurunkan berat badan, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mendapatkan angka yang paling kecil. Sebaiknya, turunkan berat badan Anda sebanyak 5-10 persen dari berat badan Anda sekarang ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls