Online

Sabtu, 19 Januari 2013

Jangan Berharap Banyak Dari Pria Seperti Ini


Berbeda dengan pria, sebagian besar wanita memiliki patokan untuk menikah dalam batas usia tertentu. Faktor kesehatan dan norma masyarakat menjadikan wanita ingin segera membangun hubungan yang serius dengan pasangannya. Wanita juga terlalu berharga untuk menunggu terlalu lama dalam status yang tidak jelas.
Sekalipun jaman sudah modern dan banyak wanita yang memperpanjang target pernikahannya, tentu saja hal itu tidak menjadi alasan untuk menjalani hubungan yang main-main. Bila Anda setuju dengan hal itu, sebaiknya hindari tipe pria semacam ini yang akan membuat status hubungan Anda ‘menggantung’.
1. Pria Gila Kerja
Pria jenis ini sebaiknya Anda hindari. Anda bukan prioritasnya. Mungkin mereka punya masa depan menjanjikan, namun bila Anda mengalami tanda-tanda seperti jarang mendapat perhatian, dicuekin, romansa terbatas dan tidak ada obrolan yang serius tentang hubungan Anda dengannya, sebaiknya tinggalkan dia.
2. Merasa Belum Mapan
Pria yang menunda-nunda terlalu lama untuk membicarakan kejelasan status dan masa depan hubungan Anda dengannya dengan alasan finansial sebaiknya Anda hindari. Pria yang baik akan berdiskusi dengan Anda dan bersedia berusaha memenuhi target hubungan Anda. Bukan hanya mengeluh atau menghindari topik mengenai pernikahan atau keseriusan hubungan. Menikah itu tidak selalu bikin Anda jadi miskin, justru semakin menambah rejeki lho.
3. Pria Narsis
Pria seperti ini terlalu sibuk dengan keistimewaan dirinya. Pria jenis ini bisa jadi adalah orang yang populer di kalangannya. Egonya masih terhitung tinggi sehingga Anda harus menunggu dia cukup siap dan nyaman dengan sebuah komitmen. Apakah Anda punya cukup waktu untuk menunggu?
4. Pria Hidung Belang
Tak perlu diragukan lagi, jenis pria ini sebaiknya dihindari karena dia hanya akan mengambil keuntungan dari sebuah hubungan dan tak akan pernah menetap dalam satu hubungan saja. Jangan buang waktu Anda meladeni pria semacam ini.
5. Pria Terlalu Perfeksionis
Pria jenis ini terlalu idealis untuk sebuah komitmen. Ia tidak akan berkomitmen sebelum bertemu dengan sosok yang sesuai dengan kriterianya, sebelum target-targetnya tercapai dan sebelum ia merasa semuanya sempurna untuk tahap berikutnya. Namun sesungguhnya kesempurnaan kriteria itu tidak pernah ada. Ujung-ujungnya, mereka pun akan menunggu lama dan sekali lagi, Anda punya waktu berapa lama untuk menunggu?
Mungkin orang bisa berubah, namun hal itu memerlukan kesadaran dan kemauan. Pilihan ada di tangan Anda. Untuk menunggu seseorang berubah, atau untuk terus menjalankan siklus hidup ke babak berikutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls