Online

Sabtu, 19 Januari 2013

Pilih Pria Yang Kita Cintai Atau Pria Yang Mencintai Kita?


Mana yang lebih Anda pilih untuk menjadi pendamping hidup?
1. Pria yang Anda cintai, atau
2. Pria yang mencintai Anda.
Apapun jawaban Anda, coba luangkan waktu sebentar untuk membaca tulisan di bawah ini, terutama jika saat ini Anda masih single dan 'mengejar-ngejar' seorang pria idaman (tapi dia cuek saja).
Kejar Sampai Dapat! Lalu di-PHP-in
Masalah hati dan cinta seringkali menemukan jalan buntu, padahal jika Anda mau sedikit tenang, membuka mata dan membuka hati, ada banyak kesempatan cinta yang datang. Salah satu masalah cinta yang sering datang adalah.. wanita cenderung mengejar pria yang dia cintai, bahkan saat tahu bahwa pria ini cuek atau menjauh, wanita tetap kukuh pada pendirian hatinya: kejar sampai dapat!!! Apalagi jika si pria ini misterius dan bikin penasaran untuk ditakhlukkan.
Dalam kondisi seperti di atas, jika sang wanita terus menerus mengejar, si pria bisa melakukan dua hal. Satu, dia tetap cuek dan menganggap sang wanita hanya sebagai temannya saja (atau bahkan penggemarnya karena ngejar-ngejar terus). Kedua, sang pria diam saja, seolah-olah memberikan harapan. Kemudian sang wanita merasa jadi korban dan berpendapat kalau si pria adalah Pemberi Harapan Palsu (PHP). Padahal dari awal sudah jelas, pria ini hanya main-main dan tidak serius, bahkan cuek dengan segala kebaikan yang diberikan wanita.
Kebaikan Hati Pria Lain Jadi Tertutup
Di sisi lain, ada pria lain yang mendekati sang wanita. Pria ini lebih serius, lebih bisa menjaga komitmen dan mencintai sang wanita dengan hati yang tulus. Sayangnya, karena sang wanita masih sibuk mengejar-ngejar pria idamannya, pria baik hati ini cenderung diabaikan, bahkan sang wanita merasa pria ini kerjaannya hanya mengganggu saja. Padahal, jika sang wanita mau memberi sedikit saja kesempatan untuk mengenal pria ini, ada cinta yang lebih tulus, perhatian yang lebih besar, dan keseriusan untuk berkomitmen, tiga elemen yang tidak didapat sang wanita dari pria pujaan hatinya yang masih dia kejar-kejar itu.
Hey! Apakah Anda tersenyum kecut membaca tulisan di atas?
Jatuh cinta tidak pernah salah, pada siapapun hati Anda tertancap. Tapi sebuah hubungan asmara butuh kerjasama, jika hanya satu pihak yang menggebu-gebu tapi pihak satunya cuek, akan pincang. (10 Tanda Cinta Anda Bertepuk Sebelah Tangan)
Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk mengejar pria idaman yang Anda cintai itu? Bagus jika dia membalas perasaan Anda, tetapi jika tidak, bukankah cinta tidak bisa dipaksakan? Berapa lama waktu sia-sia yang sudah Anda habiskan untuk mengejarnya? Pria yang serius dengan Anda akan memikirkan penuaan yang terjadi pada diri Anda (kita semua tidak bisa menghindari jam biologis).
Karena itu, jika Anda berada pada kondisi 'sang wanita' dalam artikel ini, tarik sebentar napas Anda. Mau mengejarnya sampai berapa lama lagi? Tidakkah Anda telah menutup mata dan hati pada pria-pria baik yang hadir dalam hidup Anda selama ini? (Jatuh Cinta Tidak Selalu Diawali Hati Berdebar)
Cinta memang tidak bisa dipaksakan, tetapi tidak ada salahnya Anda memberi kesempatan pria yang ingin mendekati Anda. Atau lebih tepatnya, memberi kesempatan diri Anda untuk mengenalnya. Bukankah lebih menyenangkan menghabiskan waktu bersama orang yang mencintai kita? Karena kita punya banyak kesempatan untuk balas mencintainya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls